Indonesia -
Dalam sebuah surat dari Alfonso D" Albuquerque kepada raja Manuel I dari Portugal, pada tahun 1512, disebutkan bahwa ia mendapatkan sebuah peta besar dari seorang awak kapal jawa. Dalam peta tersebut, telah dicantumkan :
Tanjung Harapan di Afrika, Negeri Portugal, Brazil, Laut merah, laut persia, Clove Island, navigasi china, lengkap beserta rute pelayaran, pemberhentian, serta batas2 antar negara..
hal yg sangat menarik, karena merupakan pengakuan langsung dari bangsa eropa terhadap kecanggihan teknologi bangsa nusantara, di kala itu. Kala bangsa eropa baru saja keluar dari abad kegelapan, bangsa-bangsa di asia tenggara telah memiliki teknologi maritim yg begitu ajaib. Memasukkan wilayah-wilayah eropa, afrika, asia, hingga amerika ke dalam satu peta, yg semuanya menggunakan tulisan dan bahasa jawa. Hal yg belum bisa dilakukan bangsa-bangsa lain di dunia kala itu.
menurut catatan penjelajah2 arab, china, portugal, spanyol dan lainnya disebutkan bahwa kapal-kapal nusantara terutama yg dari jawa adalah kapal-kapal terbesar di dunia kala itu. bahkan, Anunciada atau Flor D Mar, yg merupakan kapal-kapal terbesar di eropa kala itu, tampak hanya seperti kapal mainan jika bertemu dengan sebuah kapal Jung dari jawa..
bahkan, ada seorang filolog yg mengungkapkan bahwa kapal induk majapahit saat itu, hanya bisa ditandingi oleh kapal induk amerika serikat di awal abad ke-20 (menjelang perang dunia I).
Bisa dibayangkan bagaimana perkembangan infrastruktur, pabrik dan industri penunjang penunjang lainnya kala itu.
Industri maritim yg begitu kokoh itupun, pasti juga diikuti oleh industri militer yg tak kalah kuatnya.
hal ini bisa dilihat dari laporan harta sitaan portugal setelah kemenangan atas kesultanan malaka, yg mencantumkan : 8000 meriam ukuran besar, 20 ribu swivel Gun, dan ratusan ribu amunisi, yg entah kenapa, mereka katakan tidak pernah ditembakkan saat perang terjadi. padahal, menurut orang2 portugis itu sendiri, senjata2 tersebut memiliki kualitas yg jauh lebih baik daripada senjata- senjata yg dikembangkan di eropa.
Yah, tapi itu duluu.. sekali..
kini, 500 tahun kemudian, saat orang2 dari bangsa yg dahulu kita sebut sebagai bodoh dan terbelakang itu sudah mulai berlomba-lomba menjejakkan kaki di bulan, mengembangkan teknologi yg demikian canggih, kita di sini, saat ini hanya sibuk bertengkar memperebutkan pepesan kosong yg tidak jelas..
bahkan,beberapa waktu lalu, sempat ramai di media sosial, perkara wayang aja diributin sampai ruweettt banget..
bagaimana dan entah kapan kita bisa maju kalau begini terus..
mungkin nenek moyangku memang seorang pelaut yg perkasa dan gagah..
tetapi anak cucunya... ???
jika memang hendak melestarikan adat dan budaya leluhur, janganlah separuh-separuh..
jangan cuma wayang, sajen dan kemenyan saja..
mari, sekalian bangkitkan budaya maritim, militer dan industri-industri pendukungnya..
kalau dahulu leluhur kita dapat menciptakan kapal Jung, kenapa kita tidak bisa menciptakan pesawat antariksa, atau setidaknya kapal terbang sendiri..? atau setidaknya lagi, bikin kereta cepat sendiri tanpa bantuan dari negeri luar..?
kalau dahulu leluhur kita dapat menciptakan cetbang, lela, rentaka, bedhil, dan senjata2 api canggih lain di jamannya, kenapa kita tidak dapat mengembangkan teknologi nuklir..?